‘’CINDERELLA’’

Posted by Odilio arys hafidh aziz On Selasa, 30 Oktober 2012 0 komentar


‘’CINDERELLA’’


Once upon a time, there was a young girl named Cinderella. She lived with her step mother and two step sisters.
The step mother and sisters were conceited and bad tempered. They treated Cinderella very badly. Her step mother made Cinderella do the hardest works in the house; such as scrubbing the floor, cleaning the pot and pan and preparing the food for the family. The two step sisters, on the other hand, did not work about the house. Their mother gave them many handsome dresses to wear.
One day, the two step sister received an invitation to the ball that the king’s son was going to give at the palace. They were excited about this and spent so much time choosing the dresses they would wear. At last, the day of the ball came, and away went the sisters to it. Cinderella could not help crying after they had left.
“Why are crying, Cinderella?” a voice asked. She looked up and saw her fairy godmother standing beside her, “because I want so much to go to the ball” said Cinderella. “Well” said the godmother,”you’ve been such a cheerful, hardworking, uncomplaining girl that I am going to see that you do go to the ball”.
Magically, the fairy godmother changed a pumpkin into a fine coach and mice into a coachman and two footmen. Her godmother tapped Cinderella’s raged dress with her wand, and it became a beautiful ball gown. Then she gave her a pair of pretty glass slippers. “Now, Cinderella”, she said; “You must leave before midnight”. Then away she drove in her beautiful coach.
Cinderella was having a wonderfully good time. She danced again and again with the king’s son. Suddenly the clock began to strike twelve, she ran toward the door as quickly as she could. In her hurry, one of her glass slipper was left behind.
A few days later, the king’ son proclaimed that he would marry the girl whose feet fitted the glass slipper. Her step sisters tried on the slipper but it was too small for them, no matter how hard they squeezed their toes into it. In the end, the king’s page let Cinderella try on the slipper. She stuck out her foot and the page slipped the slipper on. It fitted perfectly.
Finally, she was driven to the palace. The king’s son was overjoyed to see her again. They were married and live happily ever after.

NAMA ;
KELAS :
NO :




‘’CINDERELLA’’

Pada suatu waktu; sekali peristiwa, ada seorang anak perempuan muda nama Cinderella. Dia menyesuaikan diri ibu langkah nya dan dua para saudari langkah.
 langkah para saudari dan Ibu adalah lekas tersinggung dan angkuh. Mereka perlakukan Cinderella [yang] dengan sangat jelek. langkah nya Ibu buat Cinderella lakukan pekerjaan yang paling keras di (dalam) rumah; seperti menggosok lantai, membersihkan pot dan panci dan menyiapkan makanan untuk keluarga [itu]. Keduanya melangkah para saudari, pada sisi lain, tidak bekerja tentang rumah [itu]. Ibu mereka memberi [mereka/nya] banyak pakaian tampan untuk memakai.
Suatu hari, keduanya melangkah saudari menerima suatu undangan kepada peluru/bola [bahwa/yang] putra raja akan memberi di istana [itu]. Mereka *apakah digairahkan sekitar ini dan yang dibelanjakan demikian banyak waktu memilih pakaian [yang] mereka akan memakai. Pada akhirnya, hari [menyangkut] peluru/bola datang, dan pergi pergi para saudari ke itu. Cinderella tidak bisa membantu tangisan setelah mereka telah meninggalkan.
 " Mengapa menangis, Cinderella?" suatu suara [minta;tanya]. Dia memandang dan lihat peri /dongeng ibu permandian nya yang berdiri di samping nya, " sebab aku ingin banyak untuk pergi kepada peluru/bola" Cinderella yang dikatakan. " Dengan baik" yang dikatakan godmother,"you've [yang] gembira seperti itu, hardworking, anak perempuan tak suka mengeluh yang aku akan lihat bahwa kamu pergi kepada peluru/bola".
Secara magis, peri /dongeng ibu permandian meng/berubah suatu semacam labu ke dalam suatu tikus-tikus dan pelatih bagus ke dalam suatu coachman dan dua footmen. Ibu permandian nya menepuk pakaian [yang] diamuk Cinderella'S dengan tongkat nya, dan [itu] menjadi suatu gaun peluru/bola indah. Kemudian dia memberi nya sepasang sandal gelas/kaca cantik. " Sekarang, Cinderella", dia berkata; " Kamu harus me/tinggalkan [sebelum/di depan] tengah malam". Kemudian pergi dia [memandu/mengemudi] di (dalam) pelatih indah nya.
Cinderella adalah mempunyai;nikmati suatu waktu [yang] baik. Dia menari berulang-ulang dengan putra raja [itu]. [Yang] tiba-tiba jam mulai untuk membentur duabelas, dia [berlari/ menjalankan] ke arah pintu [sebagai/ketika] dengan cepat [sebagai/ketika] dia bisa. Di (dalam) nya cepat-cepat, salah satu dari sandal gelas/kaca nya *apakah ditinggalkan.
Beberapa hari kemudian, raja' putra memproklamirkan bahwa ia akan menikah anak perempuan kaki siapa  mencoba sandal gelas/kaca. langkah nya Para saudari mencoba memakai sandal tetapi adalah [yang] [yang] kecil untuk [mereka/nya], tak peduli bagaimana [sulit/keras] mereka menekan jari kaki mereka ke dalam itu. Pada akhirnya, halaman raja biarkan Cinderella mencoba memakai sandal [itu]. Dia mengeluarkan kaki nya dan halaman menyelip di sandal terpasang. [Itu] mencoba dengan sempurna.

 Akhirnya, dia *apakah dikemudikan kepada istana [itu]. putra Raja adalah sangat gembira untuk lihat nya lagi. Mereka *apakah dinikahi dan [tinggal/hidup] dengan gembira pernah setelah.
comments powered by Disqus